
Terjemahan dan transliterasi mungkin terdengar mirip, tetapi keduanya melakukan hal yang sangat berbeda.
Terjemahan mengubah makna konten dari satu bahasa ke bahasa lain. Transliterasi mengubah cara kata ditulis dari satu sistem tulisan ke sistem tulisan lain.
Misalnya, kata bahasa Jepang こんにちは dapat ditransliterasikan sebagai konnichiwa. Kata tersebut tetap bahasa Jepang—hanya ditulis menggunakan alfabet Latin.
Namun, jika diterjemahkan ke bahasa Inggris, hasilnya adalah “hello.”
Contoh sederhana itu menggambarkan perbedaan utamanya.
Dalam panduan ini, kita akan membahas terjemahan vs. transliterasi, kapan masing-masing berguna, dan mengapa terkadang Anda memerlukan keduanya.
Apa Itu Terjemahan?
Terjemahan mengalihkan makna teks atau ujaran dari satu bahasa ke bahasa lain.
Contoh:
Spanyol: Buenos días
Inggris: Good morning
Kata-katanya berubah karena tujuannya adalah menyampaikan makna yang sama dalam bahasa Inggris.
Terjemahan yang baik bukan sekadar mengganti kata satu per satu. Terjemahan juga perlu mempertimbangkan tata bahasa, konteks, nada, ungkapan, dan terkadang perbedaan budaya.
Pertimbangkan ungkapan bahasa Prancis berikut:
Ça marche.
Terjemahan harfiah kata demi kata mungkin tidak terlalu membantu. Bergantung pada situasinya, terjemahan bahasa Inggris yang alami dapat berupa:
“That works.”
atau:
“Okay.”
Karena itu, terjemahan terutama berfokus pada satu pertanyaan:
Apa makna ini dalam bahasa target?
Apa Itu Transliterasi?
Transliterasi tidak selalu menerjemahkan makna.
Sebaliknya, transliterasi merepresentasikan kata-kata yang ditulis dalam satu sistem tulisan menggunakan karakter dari sistem tulisan lain.
Contoh:
Jepang: 東京
Transliterasi: Tōkyō
Terjemahan: Tokyo
Atau:
Arab: محمد
Transliterasi: Muhammad
Tujuannya adalah membantu seseorang membaca, mengetik, atau melafalkan sebuah kata meskipun mereka tidak mengenal aksara aslinya.
Hal ini sangat berguna untuk bahasa yang ditulis dengan aksara seperti:
- Arab
- karakter Tionghoa
- kana dan kanji Jepang
- Hangul Korea
- Sirilik
- Yunani
- Hindi dan bahasa lain berbasis Devanagari
Transliterasi tidak mengubah bahasa-bahasa tersebut menjadi bahasa Inggris. Transliterasi hanya merepresentasikan bunyi atau karakternya menggunakan sistem tulisan lain.
Terjemahan vs. Transliterasi Sekilas
| Terjemahan | Transliterasi | |
|---|---|---|
| Mengubah bahasa | Ya | Biasanya tidak |
| Mengubah sistem tulisan | Tidak selalu | Ya |
| Berfokus pada makna | Ya | Tidak |
| Membantu pelafalan | Terkadang | Sering |
| Mempertahankan kata asli | Biasanya tidak | Biasanya ya |
| Umum untuk nama | Terkadang | Sangat umum |
| Umum untuk alamat | Terkadang | Sangat umum |
| Berguna bagi pelajar bahasa | Ya | Ya |
Perbedaan yang paling mudah adalah:
Terjemahan memberi tahu Anda arti sesuatu.
Transliterasi membantu Anda membaca atau melafalkan cara sesuatu ditulis.
Contoh Terjemahan dan Transliterasi
Melihat keduanya berdampingan membuat perbedaannya jauh lebih jelas.
Jepang
Asli:
ありがとう
Transliterasi:
Arigatō
Terjemahan:
Terima kasih
“Arigatō” bukan terjemahan bahasa Inggris. Itu adalah kata bahasa Jepang yang direpresentasikan dengan karakter Latin.
Rusia
Asli:
Москва
Transliterasi:
Moskva
Terjemahan/nama dalam bahasa Inggris:
Moscow
Sekali lagi, transliterasi berupaya merepresentasikan bentuk asli bahasa Rusia, sedangkan nama bahasa Inggris yang lazim digunakan berbeda.
Hindi
Asli:
नमस्ते
Transliterasi:
Namaste
Terjemahan:
Halo / Salam
Anda mungkin sudah mengenali “namaste” karena bentuk transliterasinya telah dikenal secara internasional.
Tionghoa
Bahasa Tionghoa memberikan contoh berguna lainnya:
你好
Diromanisasi menggunakan Pinyin:
Nǐ hǎo
Terjemahan bahasa Inggris:
Hello
Pinyin membantu pelajar memahami cara melafalkan kata-kata Mandarin menggunakan alfabet Latin, sementara terjemahannya menjelaskan maknanya.
Mengapa Kita Memerlukan Transliterasi?
Jika terjemahan sudah memberi tahu kita arti sesuatu, mengapa perlu repot menggunakan transliterasi?
Karena terkadang Anda tidak ingin mengganti kata aslinya.
Nama
Nama pribadi biasanya ditransliterasikan, bukan diterjemahkan.
Nama seseorang yang ditulis dalam aksara Arab, Rusia, Korea, atau aksara lain mungkin perlu ditampilkan dalam karakter Latin pada dokumen internasional.
Mengubah makna nama seseorang tentu tidak pantas.
Sebaliknya, tujuannya adalah merepresentasikan pelafalannya seakurat dan sekonsisten mungkin.
Nama Tempat
Transliterasi juga umum digunakan untuk nama geografis.
Pelancong mungkin menjumpai aksara lokal beserta versi yang diromanisasi pada:
- rambu jalan
- peta kereta api
- layar bandara
- alamat
- peta
Hal ini membantu pengunjung mengenali lokasi tanpa harus mempelajari sistem tulisan yang sepenuhnya baru.
Pembelajaran Bahasa
Transliterasi dapat sangat membantu bagi pemula.
Seseorang yang belajar bahasa Jepang mungkin pada awalnya merasa:
おはようございます
sulit dibaca.
Melihat:
Ohayō gozaimasu
membuat pelafalan jauh lebih mudah.
Dan melihat:
Selamat pagi
menjelaskan maknanya.
Bersama-sama, transliterasi dan terjemahan memberikan bagian informasi yang berbeda.
Transliterasi Tidak Selalu Merupakan Pelafalan
Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa transliterasi hanyalah panduan pelafalan.
Keduanya berkaitan, tetapi tidak persis sama.
Transliterasi ketat berupaya merepresentasikan karakter dari satu sistem tulisan ke sistem tulisan lain secara sistematis. Sementara itu, transkripsi mungkin lebih berfokus langsung pada representasi bunyi suatu kata.
Namun, dalam aplikasi terjemahan sehari-hari, teks yang diromanisasi sering kali disajikan terutama untuk membantu pengguna melafalkan kata-kata yang tidak dikenal.
Bagi sebagian besar pengguna, manfaat praktisnya sama: karakter yang tidak dikenal menjadi dapat dibaca dengan menggunakan alfabet yang familier.
Mengapa Transliterasi Bisa Rumit
Tidak selalu ada satu cara yang benar secara universal untuk mentransliterasikan sebuah kata.
Sistem yang berbeda dapat merepresentasikan bunyi yang sama secara berbeda.
Bahasa Jepang, misalnya, memiliki beberapa konvensi romanisasi. Bahasa Tionghoa menggunakan Hanyu Pinyin sebagai sistem romanisasi utama untuk Mandarin, sementara sistem yang lebih lama dapat menghasilkan ejaan yang berbeda.
Nama menimbulkan kerumitan tambahan.
Seseorang mungkin memiliki ejaan nama yang sudah mapan dan tidak sepenuhnya mengikuti standar transliterasi tertentu.
Itulah sebabnya nama resmi umumnya harus menggunakan ejaan yang dipilih oleh orang tersebut atau yang tercantum dalam dokumen resmi, alih-alih secara otomatis membuat versi baru.
Kapan Anda Harus Menggunakan Terjemahan?
Gunakan terjemahan ketika tujuan utama Anda adalah memahami makna.
Contoh umum meliputi:
- membaca email
- menerjemahkan dokumen
- memahami situs web
- membaca artikel berbahasa asing
- menerjemahkan pesan
- memahami tangkapan layar
- menerjemahkan subtitel
- berkomunikasi dengan pelanggan internasional
Jika seseorang mengirimkan kepada Anda:
明日の会議は10時です。
Anda mungkin tidak hanya ingin:
Ashita no kaigi wa jūji desu.
Anda ingin mengetahui artinya:
“Rapat besok pukul 10.”
Itulah terjemahan.
Kapan Anda Harus Menggunakan Transliterasi?
Gunakan transliterasi ketika mempertahankan kata asli itu penting, tetapi Anda memerlukannya dalam aksara yang familier.
Situasi umum meliputi:
Nama. Mengonversi nama dari aksara Arab, Tionghoa, Jepang, Sirilik, atau aksara lain ke karakter Latin.
Alamat. Membuat alamat asing dapat dibaca oleh pelancong internasional atau untuk pengiriman.
Tempat. Membaca nama stasiun, jalan, kota, dan tempat terkenal.
Pembelajaran bahasa. Memahami cara melafalkan sistem tulisan yang tidak dikenal.
Mengetik. Memasukkan kata dalam bahasa lain tanpa tersedianya papan ketik asli bahasa tersebut.
Pelafalan. Mendapatkan representasi kata yang dapat dibaca sebelum mengucapkannya dengan lantang.
Kapan Anda Memerlukan Keduanya?
Dalam banyak situasi di dunia nyata, terjemahan dan transliterasi bekerja paling baik jika digunakan bersama.
Bayangkan Anda sedang belajar bahasa Jepang dan menemukan:
美味しい
Terjemahan memberi Anda:
Lezat
Ini berguna karena Anda memahami maknanya.
Namun, jika Anda ingin benar-benar mengucapkan kata tersebut, Anda juga memerlukan:
Oishii
Sekarang Anda mengetahui apa artinya dan kira-kira cara mengucapkannya.
Hal yang sama berlaku saat bepergian.
Anda mungkin ingin mengetahui bahwa nama sebuah restoran memiliki arti tertentu, tetapi Anda juga memerlukan nama transliterasinya agar dapat mencarinya di peta atau memberi tahu pengemudi taksi ke mana Anda pergi.
Terjemahan memberikan pemahaman.
Transliterasi memberikan keterbacaan dan pelafalan.
Terjemahan, Transliterasi, dan Pembelajaran Bahasa
Bagi pelajar bahasa, menggabungkan keduanya dapat sangat berguna.
Misalkan Anda sedang mempelajari Mandarin:
谢谢
Xièxie
Terima kasih
Setiap baris memiliki tujuan yang berbeda.
Karakter Tionghoa menunjukkan bagaimana bahasa tersebut sebenarnya ditulis.
Transliterasi Pinyin membantu Anda melafalkannya.
Terjemahan bahasa Inggris memberi tahu Anda artinya.
Namun, transliterasi tidak seharusnya menggantikan pembelajaran sistem tulisan asli secara permanen.
Transliterasi paling baik digunakan sebagai jembatan.
Seiring pelajar semakin nyaman dengan suatu bahasa, mereka dapat secara bertahap mengurangi ketergantungan pada romanisasi dan lebih mengandalkan aksara asli.
Bagaimana AI Membantu Terjemahan dan Transliterasi
Alat bahasa AI modern dapat membuat pekerjaan lintas aksara yang berbeda menjadi jauh lebih mudah.
Alih-alih mengidentifikasi bahasa secara manual, mengonversi aksaranya, mencari pelafalan, lalu menerjemahkannya secara terpisah, AI sering kali dapat memberikan informasi kontekstual dalam satu alur kerja.
Hal ini menjadi berguna ketika berhadapan dengan:
- pesan berbahasa asing
- tangkapan layar
- informasi perjalanan
- nama yang tidak dikenal
- situs web internasional
- materi pembelajaran bahasa
Terjemahan AI juga dapat mempertimbangkan konteks, alih-alih sekadar menerjemahkan kata-kata yang terpisah, yang sangat penting ketika sebuah kata memiliki beberapa kemungkinan makna.
Transliterasi menambahkan lapisan lain dengan membantu pengguna berinteraksi dengan bahasa yang mungkin mereka pahami tetapi belum dapat mereka baca dengan lancar.
Menggunakan Lexibird untuk Berbagai Bahasa
Lexibird dirancang untuk memudahkan pemahaman konten multibahasa dalam lebih dari 200 bahasa.
Anda dapat menggunakannya untuk menerjemahkan teks, gambar, dan tangkapan layar, mengolah konten lisan, mencari kata-kata yang tidak dikenal, serta mendengarkan teks terjemahan menggunakan text-to-speech.
Untuk bahasa yang menggunakan sistem tulisan yang tidak familier, representasi fonetik atau romanisasi juga dapat sangat berguna untuk memahami cara kata dibaca atau dilafalkan, jika tersedia untuk bahasa dan model AI yang digunakan.
Misalnya, Anda mungkin menemukan teks Jepang dalam sebuah tangkapan layar.
Lexibird dapat membantu Anda memahami maknanya melalui terjemahan, sementara informasi pelafalan dan fonetik dapat membantu Anda mempelajari bagaimana bunyi bahasa aslinya.
Alih-alih memperlakukan terjemahan sekadar sebagai penggantian satu kalimat dengan kalimat lain, alat-alat ini dapat membantu menjembatani makna dan aksesibilitas bahasa.
Terjemahan vs. Transliterasi: Mana yang Anda Butuhkan?
Tanyakan kepada diri sendiri apa yang ingin Anda capai.
Jika Anda ingin mengetahui:
“Apa artinya ini?”
Anda memerlukan terjemahan.
Jika Anda ingin mengetahui:
“Bagaimana saya dapat membaca atau menulis ini menggunakan alfabet lain?”
Anda memerlukan transliterasi.
Dan jika Anda ingin memahami serta melafalkan bahasa yang tidak familier, Anda mungkin menginginkan keduanya.
Contoh:
こんにちは → Konnichiwa → Hello
Teks asli → Transliterasi → Terjemahan.
Tiga bentuk, tiga tujuan yang berbeda.
Kesimpulan
Terjemahan dan transliterasi menyelesaikan masalah bahasa yang berbeda.
Terjemahan memindahkan makna dari satu bahasa ke bahasa lain.
Transliterasi merepresentasikan kata dari satu sistem tulisan menggunakan sistem tulisan lain.
Terjemahan membantu Anda memahami.
Transliterasi membantu Anda membaca, mengetik, dan melafalkan.
Dan ketika Anda sedang mempelajari bahasa, bepergian ke luar negeri, atau berkomunikasi melalui sistem tulisan yang berbeda, menggunakan keduanya dapat membuat bahasa yang tidak familier jauh lebih mudah dijelajahi.
Dengan Lexibird, Anda dapat menerjemahkan teks, gambar, tangkapan layar, dan audio dalam lebih dari 200 bahasa, sementara alat bahasa tambahan dapat membantu Anda memahami kata-kata dan pelafalan yang tidak familier.
Coba Lexibird secara gratis dan mudahkan komunikasi lintas bahasa serta sistem tulisan.